Sangatta, Kalimantan Timur (ANTARA News) - Sali Bahar, 44 tahun, ahli waris Pulau Balang dan Pula Kwangan, ingin menjual pulau-pulau harta miliknya itu. Kedua pulau kecil itu terletak di antara dua daerah, Kota Balikpapan dan Penajam, Kalimantan Timur.
Harga yang ditawarkan
"hanya" Rp10 miliar saja dan masih bisa dinego. "Kepada siapa saja,
silakan ajukan penawaran berapa... nanti ada tawar-menawar. Bisa
dinego," katanya. Seolah beriklan, Pulau Kwangan itu dia anggap
potensial sebagai kawasan wisata dan rekreasi.
"Pulau Kwangan ini, sangat strategis karena terletak di antara Balikpapan dan Penajam, dan hanya beberapa menit saja untuk mencapainya menggunakan speed boat atau kapal motor maupun ces/ketingting," katanya.
"Pulau Kwangan ini, sangat strategis karena terletak di antara Balikpapan dan Penajam, dan hanya beberapa menit saja untuk mencapainya menggunakan speed boat atau kapal motor maupun ces/ketingting," katanya.
Pulau
Kwangan seluas 20 hektare, dia miliki karena warisan peninggalan
ayahnya, Haji Baba, yang menguasai pulau itu sejak 1957. Legalitas
otentik dimiliki dari pemerintah Kotamadya Balikpapan pada 1971.
Soal
harga, menurut Salim Baar, kalau dulunya dibandrol seharga Rp10 miliar,
maka saat ini peminat atau investor boleh mengajukan penawaran kepada
ahli warisnya. "Sejak diumumkan ke publik Oktober 2011 lalu sampai
sekarang, pulau itu masih kami tawarkan bagi siapa saja yang berminat.
Namun saat ini hanya Pulau Kwangan yang akan dijual," kata Bahar,
Minggu.
Sebelumnya dua pulau itu dihargai masing-masing Rp50 miliar untuk Pulau Balang seluas 600 hektare dan Rp10 miliar untuk Pulau Kwangan. Total, harga keduanya "cuma" Rp60 miliar.
Sebelumnya dua pulau itu dihargai masing-masing Rp50 miliar untuk Pulau Balang seluas 600 hektare dan Rp10 miliar untuk Pulau Kwangan. Total, harga keduanya "cuma" Rp60 miliar.
Bahar
menyatakan, mereka menjual kedua pulau itu karena tidak punya waktu
untuk mengurus. Juga karena para ahli waris sudah tinggal di
tempat-tempat yang tersebat, sehingga disepakati dijual saja.

No comments:
Post a Comment